Sebut Takdir Pemimpin Diatur Oleh Tuhan, Junus Tangkuman Jaga Etika Sebelum menjadi Pejabat 

IMG-20260613-WA0051

Minahasa— Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Desa Kali, tensi persaingan yang kian dinamis disikapi dengan langkah spiritual oleh salah satu kandidat. Calon Hukum Tua nomor urut 3,

Drs. Junus Tangkuman, menggelar ibadah doa bersama secara masif dengan Tim Pemenangan dan para pendukung setianya. Ibadah yang dipimpin langsung Pdt Marlin Taniowas S.Th

Momentum yang awalnya berlangsung khidmat tersebut seketika menjadi panggung penegasan sikap politik yang tajam dari Tangkuman, terutama menyangkut etika berkompetisi di tingkat desa. 13/62026.

​Dihadapan tim pemenangan yang memadati lokasi, Junus Tangkuman secara blak-blakan menyentil dinamika persaingan yang terjadi. Ia mengingatkan seluruh pihakbaik timnya maupun rival politik—agar tidak menggunakan cara-cara yang merendahkan martabat sesama calon demi meraih simpati publik.

“Pemilihan ini hanya Tuhan yang tahu hasilnya. Sebagai Calon Hukum Tua, saya menegaskan jangan pernah ada tindakan yang merendahkan sesama calon. Menjadi pemimpin itu garis tangan yang sudah diatur oleh Tuhan, bukan hasil dari saling menjatuhkan,” tegas Tangkuman dengan nada lugas.

Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa kubu nomor urut 3 berkomitmen penuh pada politik santun, sekaligus menjadi tamparan bagi praktik-praktik kampanye hitam (black campaign) yang kerap mewarnai Pilhut.

​Tidak hanya bicara soal etika, mantan birokrat/akademisi bergelar Drs. ini juga menembakkan visi politiknya secara tajam. Ia menggarisbawahi bahwa keikutsertaannya dalam kontestasi ini bukan sekadar mengejar jabatan,

Secara spesifik, Tangkuman menjanjikan arah baru bagi kemajuan wilayah Desa Kali (khususnya wilayah Kali Selatan) agar keluar dari stagnasi dan berkembang lebih cepat dari kondisi saat ini.

“Jika masyarakat memberikan amanah dan Tuhan menghendaki saya terpilih, komitmen saya sudah bulat: saya akan merubah Desa Kali Selatan menjadi jauh lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera dari apa yang kita lihat hari ini. Itu janji saya,” Ujar Tangkuman.”

​Acara doa bersama ini ditutup dengan konsolidasi internal Tim Pemenangan nomor urut 3 untuk merapatkan barisan, memperketat pengawalan basis suara, dan mengantisipasi segala bentuk kecurangan menjelang hari pemilihan.

(Cipicawa)