Hitung Hari Menuju Pencoblosan, JJP Agresif Jawab Keluhan Air Warga Kali Raya
MINAHASA – Tensi politik menjelang Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Kali Raya yang menyisakan waktu belasan hari kian dinamis. Memanfaatkan momentum krusial ini, Calon Hukum Tua Nomor Urut 4, Jaksen Jakri Parengkuan (JJP), mengambil langkah taktis dengan turun langsung menjawab keluhan klasik masyarakat terkait infrastruktur dasar.
Pada Jumat (5/6/2026), JJP bersama tim kerjanya melakukan aksi nyata memperbaiki jaringan pipa air bersih yang mengalami kerusakan di kawasan Mahkaresot.

Langkah ini dinilai sebagai manuver strategis yang langsung menyentuh urgensi hajat hidup orang banyak. Pasalnya, kerusakan pipa di titik tersebut berdampak langsung pada suplai air bersih untuk kesejahteraan masyarakat diwilayah Kali Raya dan Kali Selatan kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.
Aksi tanggap darurat fasilitas publik oleh kubu nomor urut 4 ini ternyata bukan yang pertama. Berdasarkan data yang dihimpun, hanya berselang beberapa hari sebelum perbaikan pipa Mahkaresot, JJP dan timnya telah bergerak memasang lampu penerangan jalan di sejumlah titik gelap yang tersebar di wilayah Desa Kali Raya.
Langkah “gerilya infrastruktur” ini seakan menjadi jawaban atas lambatnya penanganan fasilitas publik, sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi JJP bahwa dirinya siap mengeksekusi program kerja nyata bahkan sebelum resmi menakhodai desa.

Aktivitas intensif yang dilakukan JJP bersama tim kerja ini seketika memantik perhatian publik, mengingat pesta demokrasi Pilhut Kali Raya tinggal menghitung hari, tepatnya pada Rabu, 17 Juni 2026 mendatang.
di kalangan akar rumput, aksi ini memicu diskusi menarik. Disatu sisi, langkah JJP dinilai sebagai bentuk kepedulian konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
Namun di sisi lain, momentum yang sangat berdekatan dengan hari pencoblosan ini juga dibaca sebagai strategi politik yang jitu untuk mengunci simpati pemilih yang merindukan perubahan dan aksi cepat di Desa Kali Raya. (*)
(Cipi)






