Menjelang Pilhut Desa Kali 2026: Jaksen Jakri Parengkuan dan Istri Gelar Ibadah Pengutusan Lintas Denominasi, Gaungkan Kekuatan Doa

IMG_20260615_121701

MINAHASA – Suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti Desa Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Tinggal menghitung hari menuju pesta demokrasi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) yang dijadwalkan serentak pada 17 Juni 2026, salah satu Calon Hukum Tua, Jaksen Jakri Parengkuan, memilih bersama istri untuk berserah diri dan memohon tuntunan Tuhan. Minggu 14/62026.

Sebagai wujud kesiapan mental dan spiritual, pasangan suami-istri ini mengikuti rangkaian Ibadah Pengutusan Calon Hukum Tua di dua gereja berbeda di Desa Kali. Langkah lintas denominasi ini menuai simpati luas dari masyarakat karena dinilai membawa pesan damai dan persatuan di tengah kontestasi politik desa.

Rangkaian ibadah dimulai di Gereja GMIM Moria Kali. di hadapan jemaat dan pelayan firman, Jaksen bersama istri didoakan agar diberikan hikmat, kesehatan, serta kekuatan dalam melewati hari-hari krusial menjelang pemungutan suara. Suasana haru dan penuh dukungan moral begitu terasa sepanjang ibadah berlangsung.

Usai dari gereja GMIM, Jaksen dan istri melanjutkan perjalanan spiritual mereka ke Gereja Katolik Santo Antonius De Padua Kali. Kehadiran mereka di sana bertepatan dengan momen sakral umat Katolik setempat, yakni Pesta Pelindung Paroki/Stasi. Perpaduan antara ibadah pengutusan calon pemimpin desa dan perayaan pelindung gereja ini menciptakan atmosfer religius yang sangat kental dan menyatukan.

​

Aksi Jaksen Jakri Parengkuan yang menghadiri rumah ibadah dari latar belakang denominasi yang berbeda ini dinilai banyak pihak sebagai simbol keharmonisan. Desa Kali dikenal sebagai masyarakat yang religius dan majemuk, sehingga teladan merangkul semua golongan sangat diapresiasi.

Kepada media, Jaksen menyampaikan rasa syukur dan keyakinan imannya yang mendalam menghadapi hari pemilihan yang sudah di depan mata.

“Manusia boleh berencana dan berusaha, namun Tuhanlah yang menentukan. Kami sekeluarga membawa kerinduan untuk membangun Desa Kali ini ke dalam doa. Sebab kami percaya, dengan kekuatan doa, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” ungkap Jaksen dengan penuh optimisme.

Masyarakat Kecamatan Pineleng, khususnya Desa Kali, berharap momentum ibadah pengutusan ini dapat menjadi pendingin suasana politik tingkat desa.

Kehadiran figur pemimpin yang mengutamakan Tuhan diharapkan mampu membawa Desa Kali menuju pesta demokrasi yang aman, jujur, adil, dan bermartabat pada 17 Juni nanti.

​Siapapun yang terpilih nanti, masyarakat berharap nilai-nilai kebersamaan yang telah dicontohkan dalam ibadah pengutusan ini tetap terjaga demi kemajuan Desa Kali tercinta.

(Cipicawa)