Pesta Pelindung Paroki Kali, Calon Hukum Tua Daan Loway Dorong Penguatan Kegiatan Keagamaan di Desa
Minahasa– Kehadiran figur pemimpin dalam momentum hari besar keagamaan dinilai krusial untuk menangkap aspirasi akar rumput. Hal ini ditunjukkan oleh Calon Hukum Tua Desa Kali Nomor Urut 1, Daan Loway,
saat menghadiri langsung perayaan Pesta Pelindung St. Antonius de Padua di Paroki Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Sabtu 13/62026.
Kehadiran Daan Loway di tengah-tengah umat Katolik setempat bukan sekadar formalitas undangan, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan mental spiritual masyarakat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Loway membaur bersama warga untuk menyaksikan rangkaian perlombaan religius yang telah purna dilaksanakan. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh umat atas kerja keras mereka menjaga tradisi iman di Kecamatan Pineleng.
“Terima kasih yang mendalam kepada panitia pelaksana Pesta Pelindung dan seluruh umat St. Antonius de Padua Paroki Kali atas undangannya.
Menyaksikan langsung antusiasme warga dalam kegiatan kerohanian seperti ini memunculkan rasa bangga sekaligus bahagia di hati saya,” ungkap Daan Loway saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, figur nomor urut 1 ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan dan pembinaan mental spiritual merupakan pilar penting yang tidak boleh dikesampingkan dalam pembangunan desa.
Loway berkomitmen untuk memastikan agenda-agenda seperti ini mendapatkan atensi dan ruang yang lebih besar ke depannya.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi wadah penguatan iman. Kita semua dituntut untuk terus menjaga konsistensi ini. Secara pribadi, saya menyatakan dukung penuh agar kegiatan luar biasa ini terus diselenggarakan, bahkan harus lebih ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya,” tegas Loway secara tajam terkait visi kepeduliannya.
Sisi menarik dari kehadiran Calon Hukum Tua ini juga terlihat saat dirinya memberikan motivasi kepada para kontestan lomba. Bagi Loway, seluruh peserta yang terlibat telah keluar sebagai pemenang karena esensi dari perlombaan ini adalah persembahan iman.
“Luar biasa semua kontestan yang ikut ambil bagian. Di mata saya, semua sudah menjadi yang terbaik karena apa yang ditampilkan adalah untuk kemuliaan nama Tuhan.
Ingat, walaupun tak besar talentamu, berikanlah yang terbaik untuk Tuhanmu,” pungkas Loway menutup penyampaiannya, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama umat yang berlangsung penuh keakraban.
(Cipicawa)






