​Pimpin HUT ke-108 GMIM Elim Papakelan, Bendahara Sinode Ingatkan Pentingnya Generasi Penerus

IMG-20260717-WA0006

TONDANO — Jemaat GMIM Elim Papakelan yang terletak di Kelurahan Papakelan, Wilayah Tondano Satu, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, menggelar ibadah syukur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) jemaat yang ke-108 pada Jumat (17/7/2026).

Meskipun proses pembangunan gedung gereja baru saat ini baru mencapai kisaran 70 hingga 80 persen, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan sukacita dan semangat iman jemaat untuk merayakan momen bersejarah ini. Ibadah syukur tersebut dilaksanakan secara khidmat di area Pastori Dua.

Ibadah syukur HUT ke-108 ini dipimpin langsung oleh Bendahara Sinode GMIM, Dkn. Windy Lucas, A.Ma. Dalam khotbahnya, ia mendasarkan perenungan firman Tuhan pada kitab 2 Tawarikh 7:14:

“Dan umat-Ku yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.”

Dalam pesan pastoralnya, Dkn. Windy Lucas menekankan pentingnya pertumbuhan jemaat secara utuh—baik dari segi kualitas iman maupun kuantitas. Beliau secara khusus berpesan kepada seluruh keluarga Kristen untuk terus membimbing anak-anak mereka agar dekat dengan gereja.

“Kita membangun gedung gereja yang besar baru ini adalah hal yang sangat baik. Namun, jangan sampai gereja yang megah ini nantinya dipenuhi oleh kursi-kursi kosong.

Gereja yang besar harus diimbangi dengan jemaat yang besar pula. Mari kita bawa dan bimbing anak cucu kita ke Rumah Doa agar sejak dini mereka mampu mendengarkan dan merespons panggilan Tuhan,” tegas Windy.

GMIM Elim Papakelan dikenal sebagai salah satu jemaat dengan basis pelayanan yang cukup besar di wilayah Tondano Timur, yang kini telah berkembang hingga mencakup 20 Kolom pelayanan.

Ibadah syukur ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, baik dari kalangan pemerintahan, internal sinode, maupun tokoh masyarakat:

Sambutan Gubernur dibacakan Ana Ester Pangalila SH, MH. menjaga eksistensi gereja hingga menapaki usia 108 tahun bukanlah perjalanan yang mudah. Eksistensi Jemaat GMIM Elim Papakelan yang telah berjalan lebih dari satu abad ini menjadi bukti nyata atas penyertaan dan lindungan Tuhan yang tak pernah putus.

Momentum syukur ini diharapkan menjadi refleksi iman bagi seluruh jemaat bahwa tugas pelayanan merupakan panggilan langsung dari Tuhan. Di usia yang baru ini, segenap Pelayanan Khusus (Pelsus) dituntut untuk menjadikan gereja semakin kuat dan kokoh dalam menjalankan amanat pelayanan.

Selain penguatan internal gereja, kemitraan strategis dengan pemerintah daerah juga menjadi poin krusial. Sinergi yang erat antara gereja dan pemerintah dinilai sebagai kunci utama dalam mendukung roda pembangunan di Sulawesi Utara.

Apresiasi mendalam pun datang dari jajaran Pemerintah Provinsi. Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara berharap agar jemaat terus bertumbuh dalam pelayanan dan konsisten menopang berbagai program program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat luas.

“Selamat Hari Ulang Tahun yang ke-108 untuk Jemaat GMIM Elim Papakelan. Teruslah melayani dan menjadi berkat. Tuhan memberkati Sulawesi Utara,” ungkap perwakilan pemerintah menutup sambutan penuh sukacita iman. “Ujarnya”

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara: Dihadiri oleh Ibu Ana Ester Pangalila, SH, MH yang mewakili jajaran Pemprov Sulut.

​Pimpinan Jemaat: Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Elim Papakelan, Pdt. Frelly Lumentah, S.Th.

​Pelayan Khusus: Para Pendeta Pelayanan, Guru Agama, Diaken, Penatua, serta seluruh jajaran Panitia Hari-Hari Raya Gerejawi (HHRG).

​Para mantan pendeta dan mantan guru agama yang pernah mendedikasikan pelayanan mereka di GMIM Elim Papakelan pada masa-masa sebelumnya, serta perwakilan pendeta dari denominasi gereja di luar GMIM.

​Tokoh masyarakat setempat, seluruh anggota Panji Yosua, serta jemaat dari Kolom 1 hingga Kolom 20.

Sebagai penutup dari rangkaian ibadah syukur yang penuh berkat ini, seluruh pelayan khusus, undangan, dan jemaat yang hadir berbaur bersama dalam acara Makan Kasih Bersama, mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di usia pelayanan jemaat yang telah melampaui satu abad ini.

(Cipicawa)