Pembunuhan Daniel Tumilantouw Mangkrak Satu Bulan Lebih, Pelaku Diduga Masih Bebas Berkeliaran!

IMG-20260729-WA0009

TONDANO — Lambannya penanganan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Daniel Waraney Tumilantouw memicu amarah dan kekecewaan mendalam pihak keluarga di Papakelan, Tondano Timur, Kabupaten Minahasa. Lebih dari satu bulan berlalu sejak peristiwa tragis di Pulau Obi, Halmahera Selatan tersebut, proses hukum dinilai berjalan di tempat tanpa ada penetapan tersangka.

Pihak keluarga menilai aparat penegak hukum terkesan sengaja mengulur waktu dan tidak serius menuntaskan kasus yang menimpa almarhum. Padahal, rekam jejak dan petunjuk awal dinilai sudah sangat gamblang.

Korban dilaporkan hilang secara misterius tepat di hari penerimaan gaji. Tak hanya itu, saksi kunci yang mengantar Daniel terakhir kali sebelum bertemu dengan tiga orang misterius di lokasi kejadian juga sudah mengantongi informasi penting. Sayangnya, lambannya pemeriksaan terhadap para saksi kunci ini justru membiarkan tabir kejahatan tersebut tetap gelap.

Kondisi ini memantik reaksi keras dari keluarga dan publik. Mereka mempertanyakan komitmen serta profesionalisme kepolisian dalam menegakkan hukum. Bebasnya terduga pelaku yang berkeliaran tanpa tersentuh hukum menjadi gambaran buram penegakan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Kami pihak keluarga di Tondano sangat kecewa berat. Petunjuk sudah terang, tapi kenapa sampai sekarang belum ada tersangka? Hasil otopsi adik kami di RS Bhayangkara Manado sudah lebih dari 40 hari juga belum keluar. Kami minta keadilan ditindaklanjuti secara transparan,” tegas perwakilan keluarga.

Keluarga mendesak jajaran kepolisian yang menangani perkara di Halmahera Selatan untuk tidak main-main, segera bertindak tegas, dan membongkar dalang di balik pembunuhan berencana ini sebelum kepercayaan publik terhadap aparat benar-benar runtuh.

(Cipicawa