Plafon Hancur dan Sanitasi Rusak, Pemkab Minahasa Dinilai Abaikan Keselamatan 98 Siswa SD Inpres Papakelan
Minahasa — Sikap acuh Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa terhadap infrastruktur pendidikan kembali memicu kekecewaan publik. Gedung SD Inpres Papakelan di Kecamatan Tondano Timur kini berada dalam kondisi sangat Senin 10/8/2026.
memprihatinkan dan mengancam keselamatan 98 siswanya. Meski kerusakan fisik telah berlangsung sejak 2018, Pemerintah Kabupaten Minahasa terkesan membiarkan fasilitas dasar belajar-mengajar tersebut terbengkalai tanpa penanganan nyata.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan tingkat kerusakan yang tergolong membahayakan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM). Plafon bagian depan hingga samping gedung utama hancur berjatuhan, menyisakan struktur yang rawan ambruk sewaktu-waktu.
Tidak hanya ruang kelas, fasilitas sanitasi siswa juga mengalami kerusakan fatal—pintu toilet rusak, serta kloset bocor yang membuat sarana kebersihan tersebut tidak layak digunakan.
Kepala SD Inpres Papakelan mengungkapkan rasa frustrasi mendalam atas tidak adanya kepastian dari pihak dinas terkait.

Janji perbaikan yang diumbar sejak masa kepemimpinan mantan Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Tommy Wuwungan, hingga saat ini terbukti sebatas angin segar semata.
”Setiap ada rencana pemantauan dari Kementerian Pendidikan, selalu dijanjikan bahwa sekolah kami akan dianggarkan untuk perbaikan.
Bahkan dari Dinas Pendidikan sempat menyampaikan bahwa SD Inpres Papakelan bakal menerima alokasi satu unit bangunan fisik baru.
Namun faktanya, petugas yang turun ke lokasi hanya mengambil dokumentasi foto di depan sekolah, lalu anggaran perbaikan diduga dipindahkan ke sekolah lain,” ungkap Kepala Sekolah dengan nada kecewa saat dikonfirmasi.
Kepsek juga membongkar adanya indikasi ketimpangan dan ketidaktepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan pembangunan sekolah di wilayah Minahasa.
Beberapa sekolah yang fasilitas fisiknya masih tergolong layak justru kembali menerima alokasi bantuan, sementara sekolah yang kondisinya kritis seperti SD Inpres Papakelan terus dikesampingkan.
”Apakah gedung sekolah ini harus menelan korban atau runtuh menimpa siswa dulu baru ada perbaikan dari pemerintah?” tegasnya.
Menjelang purna bakti (pensiun) pada November mendatang, Kepala Sekolah mendesak Pemkab Minahasa dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret sebelum terjadi musibah yang tidak diinginkan di lingkungan sekolah.
(Cipicawa
