​Menjelang Pilhut Desa Kali Raya, AKBP Purn Daan Loway Gandeng GMIM dan Katolik Gelar Doa Bersama

IMG-20260615-WA0035

 

Minahasa- atmosfer politik menjelang pesta demokrasi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Kali Raya, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa Kian menghangat. dalam tensi persaingan yang memanas,Calon Hukum Tua (Cakum) nomor urut 1. AKBP Purn.Daan Loway, Memilih mengetuk pintu langit demi menjaga kedamaian di Tanah Kelahirannya

Ibadah bersama dengan umat katolik di pimpin ketua BPMJ GMIM Moria Kali Marlin Taniowas. S.th

Pada Minggu (14/6/2026), purnawirawan perwira menengah polri ini menggelar ibadah dan doa bersama yang melibatkan lintas denominasi gereja, yakni jemaat GMIM dan umat Katolik, serta dihadiri langsung oleh seluruh tim pemenangan di Desa Kali Raya.

Langkah spiritual ini diambil bukan sekadar sebagai bagian dari strategi pemenangan, melainkan sebagai komitmen nyata untuk merajut kembali tali persaudaraan antarumat beragama di tengah kontestasi politik desa.

Bagi AKBP Purn. Daan Loway, pesta demokrasi seharusnya tidak mengoyak tenun sosial yang selama ini telah terjaga dengan baik di Kecamatan Pineleng. Melalui doa bersama ini, ia ingin mengirimkan pesan kuat bahwa persatuan warga di atas segala-galanya.

“Pilhut hanyalah proses delapan tahun, namun persaudaraan sebagai sesama warga Desa Kali Raya adalah selamanya. Kami berserah kepada Tuhan dan memohon agar seluruh tahapan Pilhut yang tinggal menghitung hari ini berjalan aman, jujur, dan kondusif,” ujar salah satu perwakilan tim pemenangan di lokasi kegiatan.

Kehadiran tokoh dan umat GMIM serta Katolik dalam satu forum doa menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Desa Kali Raya.

​Kegiatan ini memitigasi potensi gesekan antarpendukung dengan mengedepankan pendekatan spiritual yang menyejukkan.

​Menjadi momentum bagi tim pemenangan nomor urut 1 untuk menyatukan barisan secara solid, tanpa harus menjatuhkan pihak lawan.

Dengan latar belakangnya di kepolisian, Daan Loway tampaknya sangat memahami pentingnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Inisiatif menggandeng dua pilar iman terbesar di Minahasa ini mendapat apresiasi luas dari warga, yang merindukan sosok pemimpin yang mampu mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang golongan.

(Cipi)