Pelukan Hangat di Desa Kali Raya: Rivalitas Berbalut Persaudaraan dalam Pendaftaran Kumtua 2026

IMG_20260416_205046

Minahasa– Suasana pendaftaran Calon Hukum Tua (Kumtua) di Desa Kali Raya, Kecamatan Pineleng, mendadak penuh haru pada Kamis (16/04/2026). Dua figur yang akan bertarung dalam kontestasi politik desa, Davidson Alexander Turambi dan Jeksen Parengkuan, menunjukkan sikap teladan yang menyejukkan hati warga.

Meski akan bersaing memperebutkan kursi nomor satu di desa, kedua kandidat ini justru menunjukkan kemesraan saat bertemu di lokasi pendaftaran. Tanpa sekat, keduanya saling berpelukan erat di hadapan panitia dan pendukung.

​Diketahui, Davidson dan Jeksen masih memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat. Momen ini seolah mengirimkan pesan tegas bahwa bagi mereka, keutuhan keluarga dan persaudaraan jauh lebih berharga di atas kepentingan politik sesaat.

​Dalam kesempatan tersebut, kedua calon kompak menitipkan pesan damai bagi seluruh masyarakat Desa Kali Raya. Mereka berharap proses pemilihan dapat berjalan lancar hingga hari pencoblosan nanti.

“Kami ingin pemilihan ini menjadi pesta demokrasi yang sehat. Sukses sampai hari H adalah doa kita bersama, dan siapapun yang terpilih, kedamaian desa tetap yang utama,” ujar mereka senada.

Desa Kali Raya yang dikenal dengan potensi wisata air terjun kini berada di persimpangan jalan menuju perubahan. Beberapa tokoh masyarakat yang ditemui awak media mengungkapkan harapan besar agar pemimpin terpilih nantinya mampu membawa transformasi nyata.

​Memoles potensi air terjun menjadi destinasi unggulan di Minahasa. Akses jalan dan fasilitas publik yang mendukung ekonomi warga. Program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.

​Kini, bola panas berada di tangan masyarakat Desa Kali Raya. Rakyat akan menilai siapa di antara Davidson Alexander Turambi atau Jeksen Parengkuan yang memiliki visi paling tajam untuk membangun “Desa Kali Raya Tercinta”.

Momen pendaftaran ini menjadi bukti bahwa di Desa Kali Raya, politik tidak selamanya tentang perpecahan, melainkan tentang adu gagasan dalam bingkai kekeluargaan.

(Cipi)