Diguyur Hujan, Calon Hukum Tua Sam Sumeisey Swadaya Cat Balai Desa Lemoh
Tombariri– Sifat kepemimpinan yang progresif dan berorientasi pada aksi nyata ditunjukkan oleh Calon Hukum Tua Desa Lemoh Nomor Urut Dua, Sam Senduk Sumeisey.
di tengah kontestasi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sam bersama tim pemenangan dan para pendukungnya menggelar aksi kerja bakti massal untuk mempercantik Balai Desa Lemoh yang mulai tampak usang. Jumat 12/6/2026

Meski wilayah Tombariri diguyur hujan lebat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat gotong-royong puluhan simpatisan yang hadir.
Menariknya, aksi pengecatan dan pembenahan fasilitas publik ini dilakukan secara swadaya, di mana seluruh pembiayaan pembelian material cat ditanggung langsung oleh Sam Senduk Sumeisey menggunakan dana pribadinya.
Dalam kegiatan ini, Sam Senduk Sumeisey menegaskan bahwa kondisi kantor desa mencerminkan wajah dari kepemimpinan desa itu sendiri. Menurutnya, Balai Desa Lemoh yang menjadi pusat pelayanan masyarakat sudah lama tidak mendapatkan sentuhan sehingga estetika bangunannya mulai memudar.
“Sebagai calon pemimpin, kita harus punya kepedulian estetika dan kenyamanan bagi masyarakat. Kita harus menata Kantor Desa Lemoh agar masyarakat merasa nyaman saat datang mengurus administrasi. Walaupun bangunan ini sudah agak lama berdiri, hari ini kita buat tampak baru kembali,” ujar Sam dengan nada optimis.
Sam juga menambahkan bahwa aksi ini merupakan bukti konkret, bukan sekadar janji politik di atas kertas. Ia rela merogoh kocek pribadi demi memberikan kontribusi instan bagi desa tercinta.
”Saya memberikan yang terbaik buat Desa Lemoh yang kita cintai. Kami tidak peduli walau harus basah karena hujan, yang penting tugas dan niat tulus untuk memperbaiki desa ini bisa terlaksana,” tegasnya.”
Aksi kerja bakti ini juga memicu simpati dari warga sekitar yang melihat langsung bagaimana paslon nomor urut dua ini memegang kuas cat dan berbaur langsung di balai desa. Kehadiran tim pemenangan yang solid di bawah guyuran hujan dinilai sebagai simbol ketahanan dan loyalitas dalam membangun infrastruktur desa secara swadaya.
Pengecatan ulang Balai Desa Lemoh ini diharapkan dapat menginspirasi warga akan pentingnya menjaga fasilitas umum, sekaligus menjadi pembuktian awal dari visi misi Sam Senduk Sumeisey dalam membawa perubahan fisik dan tata kelola lingkungan yang lebih bersih dan asri di Desa Lemoh.
(Cipicawa)






