Filosofi Kaki Meja Jaksen Parengkuan: Nomor Urut Empat Siap Kokohkan Fondasi Desa Kali
Minahasa – Suasana khidmat menyelimuti Desa Kali, Kecamatan Pineleng, saat penetapan dan pencabutan nomor urut calon Hukum Tua (Kumtua) digelar hari ini.
Di tengah persaingan empat pasangan calon yang siap bertarung, sosok Jaksen Parengkuan mencuri perhatian dengan pendekatan spiritual dan narasi politik yang menyentuh hati masyarakat. Sabtu/042026.
Sebelum melangkah ke lokasi pencabutan nomor di Balai Desa Kali, Jaksen Parengkuan memilih untuk meletakkan segala ambisinya di bawah kaki Tuhan. Bersama keluarga,
ia melaksanakan pelayanan doa khusus, memohon penyertaan Tuhan agar proses demokrasi ini berjalan sesuai kehendak-Nya.
“Pernyataan Tuhan adalah perlindungan utama kami. Kami melangkah ke Balai Desa bukan dengan kesombongan, tapi dengan penyerahan diri,” ungkap Jaksen saat persiapan keberangkatan.
Pasca pencabutan, Jaksen Parengkuan resmi menyandang Nomor Urut 4. Dalam sambutannya, ia memberikan perumpamaan cerdas yang disambut hangat oleh warga. Jaksen mengibaratkan kepemimpinan desa seperti sebuah meja.

“Jika sebuah meja tidak memiliki empat kaki yang lengkap, ia tidak akan bisa berdiri tegak. Jika rakyat merestui dan Tuhan mengutus saya, nomor urut 4 ini hadir untuk melengkapi dan memperkokoh pondasi pembangunan di Desa Kali,” tegas Jaksen disambut tepuk tangan pendukung.
Mewakili Camat Pineleng, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Audy Pungus, S.SSTP, memberikan arahan tajam kepada seluruh kandidat. Pemerintah menekankan bahwa kontestasi politik hanyalah sementara, namun persaudaraan adalah selamanya.
Calon dan massa pendukung dilarang keras saling menjatuhkan atau Menjaga ketertiban dan kenyamanan adalah tanggung jawab bersama seluruh pasangan calon.
“Hati torang harus dijaga demi kedamaian. Mari kita sukseskan Pemilihan pada 17 Juni mendatang,” ujar Audy Pungus dalam sambutannya.
Dengan ditetapkannya nomor urut ini, peta persaingan Pilhut Desa Kali kini semakin jelas. Jaksen Parengkuan dengan nomor urut 4-nya kini siap membawa visi perubahan yang berbasis pada nilai religius dan stabilitas, sesuai dengan filosofi
“keseimbangan” yang ia sampaikan. Masyarakat Desa Kali kini menanti hari penentuan pada 17 Juni, di mana satu suara akan menentukan arah masa depan desa untuk enam tahun ke depan.
(Cipi)






