Atasi Trauma Longsor Kali Raya, Svante Turambi Hibahkan Lahan Pribadi Demi Keselamatan

IMG_20260613_094318

Minahasa— Komitmen terhadap keselamatan publik di daerah rawan bencana kembali ditunjukkan secara konkret di Desa Kali Raya. Menghadapi ancaman tanah longsor yang kerap menghantui pengguna jalan, Calon Hukumtua (Kepala Desa) nomor urut 2, Svante Turambi, mengambil langkah progresif dengan menghibahkan lahan pribadinya demi proyek percepatan pelebaran jalan desa.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan di tengah lambatnya penanganan infrastruktur publik di area-area rawan bencana. Jalur yang menjadi objek pelebaran tersebut selama ini dikenal sebagai titik nadi mobilitas warga Kali Raya, namun sekaligus menjadi momok menakutkan saat intensitas curah hujan tinggi akibat struktur tanah yang labil dan sempit.

“Tidak ada yang lebih memuaskan selain melihat hasil kerja keras yang berbuah manis,” ujar Svante Turambi, menyiratkan bahwa dedikasi politiknya harus langsung menyentuh pemecahan masalah krusial warga, yakni keselamatan nyawa dan kelancaran ekonomi.

​Selama ini, kendala utama dalam penataan jalur rawan longsor di tingkat desa sering kali membentur tembok pembebasan lahan yang alot dan memakan anggaran besar. Dengan adanya hibah tanah tanpa pamrih dari figur calon pemimpin ini, hambatan utama tersebut praktis terpangkas, memberikan jalan hijau bagi pemerintah desa maupun daerah untuk segera melakukan eksekusi fisik atau pengerasan jalan.

Langkah berani Svante ini tidak hanya dilihat sebagai strategi taktis penanggulangan bencana mitigasi longsor, tetapi juga menjadi tamparan positif bagi pola komunikasi politik yang biasanya hanya mengumbar janji di atas kertas.

​di sisi lain, aksi nyata ini dimanfaatkan Svante untuk merekatkan kembali di tengah momentum pesta demokrasi tingkat desa (Pilhut). Ia menegaskan bahwa pembangunan Kali Raya tidak bisa bertumbuh pada satu figur saja, melainkan membutuhkan gotong royong kolektif seluruh lapisan masyarakat.

“Mari jo torang sama-sama bangun torang pe kampung ini dengan hati yang tulus,” seru Svante menggunakan dialek lokal yang kental dengan semangat kekeluargaan.

(Mr)