Bulan Rosario Usai, Joppy Wenas Siap Total Bertarung di Pilhut Lotta 17 Juni

IMG-20260531-WA0001

 

Minahasa Menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Lotta yang kian dekat, konstelasi politik lokal sempat dihangatkan oleh isu pembatasan restu dan kunjungan di kediaman salah satu figur kuat, Joppy Wenas.

Menanggapi riak-riak yang berkembang di tengah konstituen, Calon Hukum Tua (Cakum Tua) Desa Lotta, Joppy Wenas, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi menohok sekaligus meluruskan persepsi publik. Juni 1/5/2026.

Kepada media, Wenas secara jantan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Lotta. Ia menegaskan bahwa pembatasan aktivitas politik di kediaman pribadinya belakangan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menutup diri dari para pendukung, melainkan murni karena komitmen iman yang tidak bisa ditawar.

​Sebagai seorang penganut agama Katolik yang taat, Joppy Wenas menjelaskan bahwa dirinya memilih untuk memprioritaskan kekhusyukan ibadah selama Bulan Suci Rosario, yang berlangsung hingga 30 Mei 2026.

“Saya sangat menghormati bulan suci ini sebagai umat Katolik. Ini adalah momentum refleksi iman dan devosi yang sakral. Bukannya saya tidak mau menerima para pendukung di rumah, namun saya ingin memastikan bahwa rumah saya tetap menjadi ruang yang tenang dan khusyuk untuk beribadah selama Bulan Rosario,” ujar Joppy Wenas dengan nada tegas namun santun.

Joppy Wenas menambahkan, langkah ini diambil justru untuk mengedukasi publik bahwa kontestasi politik tidak boleh menggerus nilai-nilai religius dan toleransi yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat di Desa Lotta.

​Dengan berakhirnya Bulan Suci Rosario pada 30 Mei, Wenas memastikan bahwa tensi perjuangan politiknya akan kembali bergerak penuh.

Wenas menyatakan siap menyambut seluruh elemen masyarakat dan para pendukungnya untuk berdiskusi mematangkan strategi pemenangan.

​Menatap hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 17 Juni, Cakum Tua ini menyatakan kesiapan lahir dan batin untuk bertarung dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

​Wenas menegaskan seluruh mesin pemenangan dan visi-misi untuk membawa perubahan di Desa Lotta telah siap dieksekusi.

​Ia mengimbau seluruh pendukungnya untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu miring dan tetap mengedepankan politik santun.

​Menjamin Pilhut yang damai, jujur, dan adil demi melahirkan kepemimpinan yang berintegritas di Desa Lotta.

“Bulan suci sudah berakhir, kini saatnya kita menyongsong pesta demokrasi Pilhut tanggal 17 Juni dengan semangat baru. Mari kita jaga kedamaian dan persaudaraan di Desa Lotta. Saya siap melaksanakan amanah ini dan siap bertarung secara sehat,” Ujar Wenas optimis.

(Cipi)