Jelang Pilhut Sea Dua, Marthen Pondalos Lawan Serangan Hoaks Akun Bodong Facebook

IMG-20260602-WA0034

Minahasa,— Suhu politik di Desa Sea Dua, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa kian memanas menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak yang dijadwalkan pada 17 Juni 2026 mendatang. Berbagai isu miring dan kampanye hitam (black campaign) disinyalir mulai dimainkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menjatuhkan kredibilitas calon tertentu.

​Salah satu yang menjadi sasaran tembak adalah Hukum Tua incumbent (petahana) Desa Sea Dua, Marthen Pondalos, SE. Belakangan ini, jagat media sosial, khususnya platform Facebook, dihebohkan dengan postingan viral yang menyudutkan istri dari Marthen Pondalos terkait tudingan miring dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menanggapi serangan digital tersebut, Marthen Pondalos, SE., akhirnya angkat bicara. Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan WhatsApp pada Selasa (2/6/2026),

pria yang kembali mencalonkan diri sebagai pucuk pimpinan Desa Sea Dua ini secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menilai postingan yang beredar murni sebagai upaya pencemaran nama baik yang sarat akan kepentingan politik elektoral.

“Saya secara pribadi dan keluarga tidak menerima pencemaran nama baik terhadap istri saya yang sengaja diviralkan di Facebook terkait isu BUMDes ini. Kenapa nanti di masa-masa menjelang pemilihan Hukum Tua pada 17 Juni 2026,

tepat setelah saya resmi mencalonkan diri kembali, baru berita-berita hoaks seperti ini sengaja disebarkan di media sosial kepada masyarakat Desa Sea Dua? Ini jelas ada motif di baliknya,” ujar Marthen dengan nada tegas.

Marthen juga menyayangkan cara-cara kotor yang digunakan oleh oknum tertentu yang memilih bersembunyi di balik layar. Berdasarkan pantauannya, narasi-narasi negatif tersebut sengaja dihembuskan oleh akun-akun palsu yang sengaja dibuat untuk menggiring opini publik secara liar.

Oleh karena itu, sebagai kepala desa aktif, Marthen mengimbau sekaligus memberikan ketegasan kepada seluruh warga Desa Sea Dua agar tidak mudah terprovokasi dan terjebak dalam skenario adu domba di media sosial.

“Saya sebagai Hukum Tua incumbent menegaskan kepada seluruh warga Desa Sea Dua untuk jangan pernah terpengaruh dengan postingan-postingan yang tidak benar. Apalagi jika informasi itu bersumber dari akun yang tidak jelas atau akun bodong. Saya minta warga Sea Dua harus cerdas dan jangan sampai terpancing dengan isu yang sengaja dilempar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab pada Selasa ini,” tambahnya.

​di akhir penyataannya, Marthen Pondalos berharap agar momentum Pilhut Sea Dua 2026 ini dijadikan sebagai ajang adu program dan gagasan demi kemajuan desa, bukan menjadi wadah penyebaran fitnah yang dapat merusak tatanan persaudaraan di tengah masyarakat.

Ia juga meminta warga untuk menyerahkan proses pengawasan informasi kepada pihak yang berwenang agar pelaksanaan Pilhut pertengahan Juni nanti dapat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif.

(CM)