Minahasa Peringati HPSN 2026: Transformasi Ekonomi Sirkular Menuju Kabupaten yang Asri dan Sehat
TONDANO – Pemerintah Kabupaten Minahasa memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 dengan menggelar apel akbar di Lapangan Sam Ratulangi, Tondano.
Mengusung tema “Kolaborasi Untuk Indonesia Asri: Aman, Sehat, Resik, dan Indah”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pengelolaan sampah berbasis lingkungan di wilayah Minahasa. Jumat 27/2/2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.S., M.M., didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, serta seluruh jajaran pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Minahasa.

Dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup yang dibacakan oleh Bupati Robby Dondokambey, ditekankan bahwa HPSN merupakan pengingat atas tragedi longsornya TPA Leuwigajah dua dekade silam. Peristiwa memilukan tersebut menjadi titik balik nasional dalam merombak total paradigma pengelolaan sampah.
“Kita harus meninggalkan pola lama ‘kumpul-angkut-buang’ yang hanya memindahkan masalah ke TPA. Saatnya beralih ke prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan ekonomi sirkular,” tegas Bupati saat membacakan sambutan tersebut.
Fokus utama kini bergeser pada pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga dan perkantoran) serta optimalisasi pengolahan sampah sebelum mencapai pemrosesan akhir.
Pengelolaan sampah yang terintegrasi diakui sebagai langkah nyata dalam menekan emisi gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim global.
Melibatkan peran aktif TP-PKK dan jajaran perangkat daerah untuk mengedukasi masyarakat mengenai nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik.
Bupati mengingatkan bahwa permasalahan sampah di tanah air, termasuk di Minahasa, sudah masuk dalam tahap yang memerlukan penanganan serius dan sistematis. Melalui peringatan HPSN 2026, Pemkab Minahasa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya, demi mewujudkan lingkungan yang:
Aman dari bencana ekologis. Sehat bagi seluruh warga. Resik dan tertata rapi. Indah sebagai warisan bagi generasi mendatang.
(Cipi)






