Tekan Inflasi, Pemkab Minahasa Ajukan Bantuan Gerakan Pangan Murah ke Pusat

IMG-20260114-WA0014_copy_640x426

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Minahasa bergerak cepat dalam memastikan stabilitas harga bahan pokok di daerah. Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Jakarta, Selasa (13/1/2026), guna mengajukan proposal bantuan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk tahun anggaran 2026.

​Kedatangan Wabup Vanda disambut hangat oleh Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Dr. Rachmi Widiriani, SP, M.Si, serta Direktur Ketersediaan Pangan, Indra Wijayanto, ST, M.SE. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Minahasa dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
​Dalam paparannya, Wabup Vanda menekankan bahwa program GPM adalah instrumen vital untuk melindungi daya beli masyarakat dari gejolak harga pasar.

​”Tujuan utama kami adalah menjaga stabilitas. Melalui intervensi GPM, pemerintah hadir langsung untuk menekan laju inflasi dan memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, bisa mengakses bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegas Vanda Sarundajang.

​Pihak Bapanas memberikan respon positif atas inisiatif tersebut. Dr. Rachmi Widiriani menyatakan akan segera meninjau proposal Minahasa sesuai regulasi yang berlaku. Ia mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Pemkab Minahasa sebagai bentuk keseriusan daerah dalam menyelaraskan kebijakan ketahanan pangan nasional.

​Senada dengan itu, Direktur Ketersediaan Pangan, Indra Wijayanto, mengingatkan bahwa sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan krisis pangan global yang berdampak pada daerah.

​Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo, SE, M.Si. Ia menjelaskan secara teknis bahwa GPM 2026 direncanakan akan menyasar wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan pangan tertentu dan lokasi yang memiliki akses terbatas terhadap pasar murah.

(Cipi)