Jelang Idul Fitri, Harga Elpiji 3 Kg di Tondano “Mencekik” Tembus Rp40 Ribu

IMG_20260310_075408

TONDANO – Memasuki momentum persiapan Idul Fitri, masyarakat di wilayah Tondano mulai mengeluhkan lonjakan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram. Pantauan di lapangan harga gas yang akrab disapa “tabung melon” ini meroket tajam di tingkat pengecer, menyentuh angka Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung. Selasa 10/03/2026

Kenaikan ini mencapai hampir dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ironisnya, meski harga melambung tinggi, stok di tingkat pedagang justru sangat terbatas dan cepat habis akibat tingginya permintaan rumah tangga menjelang hari raya.

Seorang pedagang di Tondano yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa pasokan yang masuk tidak sebanding dengan antusiasme pembeli.

“Walaupun harga naik, stoknya langsung habis. Masyarakat tidak punya pilihan selain membeli karena kebutuhan memasak yang meningkat dua kali lipat menjelang Lebaran ini,” ujarnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan adanya permainan di tingkat distribusi atau kurangnya pengawasan dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Minahasa. Pasalnya, disparitas harga yang terlalu jauh antara pangkalan resmi dan pengecer sangat membebani masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

​Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak Pertamina segera turun tangan melakukan operasi pasar atau sidak ke pangkalan-pangkalan gas.

Tanpa intervensi tegas, dikhawatirkan kelangkaan dan anomali harga ini akan terus berlanjut hingga hari H Idul Fitri, yang berpotensi memicu inflasi daerah di sektor energi.

(Cipi)