Usai Bulan Rosario, Calon Hukum Tua Joppy Wenas Pererat Silaturahmi dengan Pastor Paroki dan Legio Christy Lotta

IMG-20260531-WA0038

Minahasa— Momentum religius pasca-Bulan Suci Rosario dimanfaatkan secara positif oleh salah satu figur calon Hukum Tua Desa Lotta, Joppy Wenas. Bersama keluarga tercinta (Keluarga Joppy Wenas-Ngayow), dirinya membaur bersama ratusan umat dalam perayaan Ekaristi Hari Raya Tritunggal Maha Kudus di Gereja Katolik St. Yohanes dan Kornelius, Lotta, Kecamatan Pineleng, Minggu (31/6/2026).

Kehadiran sosok yang digadang-gadang membawa perubahan bagi Desa Lotta ini tidak sekadar untuk menggugurkan kewajiban beribadah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ajang serap aspirasi sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan tokoh agama dan organisasi strategis gereja.

Pantauan di lokasi, usai perayaan misa, suasana keakraban begitu terasa saat Joppy Wenas menggelar diskusi santai sambil ‘ngopi bareng’ bersama Pastor Paroki, Pastor I Wayan Sugiarta Pr, RD. Tidak ketinggalan, jajaran bapak-bapak dari organisasi komando Legio Christy (LC) Lotta turut larut dalam perbincangan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut.

di sela-sela diskusi, Joppy Wenas secara khusus menyampaikan ucapan selamat mengimani salah satu dogma terpenting dalam kekristenan kepada seluruh umat Katolik yang hadir.

“Selamat Hari Raya Tritunggal Mahakudus, Minggu 1 Juni 2026. Kiranya misteri kasih Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus senantiasa menjadi dasar bagi kita semua dalam membangun kehidupan yang rukun, damai, dan saling menopang,” ujar Joppy.

Lebih lanjut, figur yang dikenal dekat dengan masyarakat bawah ini menegaskan pentingnya sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan seperti institusi gereja dan Legio Christi. Menurutnya, stabilitas keamanan dan kemajuan suatu desa sangat bergantung pada keharmonisan para tokohnya.

“Sinergitas seperti ini yang harus terus kita rawat ke depan. Pemimpin harus mau duduk bersama, mendengar masukan dari para rohaniawan, serta bersinergi dengan organisasi kepemudaan dan keagamaan demi kemajuan serta kesejahteraan seluruh warga Desa Lotta tanpa memandang sekat,” pungkasnya tajam.

Pertemuan informal namun berbobot ini dinilai banyak pihak sebagai bukti nyata komitmen Joppy Wenas dalam menjaga nilai-nilai toleransi, merangkul semua elemen, dan kesiapannya dalam membawa kepemimpinan yang inklusif di Desa Lotta.

(Cipi)