Proyek SMA Taruna Nusantara, PT Pulau Intan Tahan Gaji Ratusan Buruh Saat Bulan Ramadhan

Langoan Minahasa Slogan pembangunan infrastruktur pendidikan bergengsi SMA Taruna Nusantara di Langowan, Minahasa, menyisakan cerita pilu. Ratusan pekerja konstruksi, baik pendatang dari Pulau Jawa maupun warga lokal, kini terjepit krisis finansial akibat upah yang tak kunjung dibayarkan oleh pihak pelaksana, PT Pulau Intan. Selasa 24/02/2026

​Saat sejumlah awak media mendatangi lokasi proyek (TKP), suasana kelesuan tampak jelas di wajah para pekerja. Seorang buruh asal Jawa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa frustrasinya.

“Kami jauh-jauh ke sini untuk cari nafkah, tapi hak kami ditahan. Sekarang sudah masuk bulan puasa, kebutuhan meningkat, tapi kantong kosong. Mengapa gaji kami belum dibayar? Kami punya keluarga yang menunggu kiriman di kampung,” ujarnya dengan nada getir.

Penunggakan gaji ini berdampak masif, menyerang ratusan pekerja lintas daerah (Jawa dan lokal) yang menggantungkan hidup pada progres proyek ini.

Ketiadaan upah di tengah bulan suci Ramadan dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian perusahaan terhadap kesejahteraan dan hak ibadah para karyawannya.

​Sangat ironis bahwa proyek gedung pendidikan nasional yang megah ini harus diwarnai dengan isu pengabaian hak dasar manusia (upah kerja).

​Hingga berita ini diturunkan, PT Pulau Intan belum memberikan penjelasan transparan mengenai penyebab keterlambatan termin pembayaran atau kepastian tanggal pencairan gaji.

​Situasi ini memerlukan atensi segera dari Untuk segera turun lapangan melakukan inspeksi dan mediasi paksa.

​Memberikan klarifikasi terbuka dan memenuhi kewajiban sesuai UU Ketenagakerjaan. Memastikan bahwa pembangunan di wilayah Langowan tidak meninggalkan jejak eksploitasi terhadap pekerja.

(Cipi)